kenapa free speaking and free writing?
tapi pertama, gue tidak mendukung kebebasan sebebas-bebasnya tanpa batas, karena secara kodrat kita sebagai menusia pun punya banyak batasan dalam kehidupan baik secara mental, fisik, dan sebagainya. maka sebagai warga negara indonesia yang baik, gue masih menerapkan ideologi pancasila dan politik bebas-aktif.
seringkali kita menemukan susah banget untuk nulis dalam artian formal. harus menerapkan kaidah bahasa, kaidah tata krama, kaidah-kaidah lainnya... apalagi menyangkut topik sensitif, bakal sulit banget untuk mempublikasikan hal itu ke masyarakat umum. nanti adanya malah lagi-lagi kesalahpahaman yang ujung-ujungnya nyambung ke urusan dengn hukum, padahal pada awalnya kita gak berniat begitu.
contohnya, dalu jaman gue mos pernah gue tulis mengenai kegiatan mos yang gue gak suka, atau pembicaranya yang sangat tidak realitis dan hanya berorientasikan kepada semata-mata impian saja, bukan target *maaf, jadi curhat*. gue tulis itu di laporan mos, dan juga di blog, ujung-ujungnya gue dihukum. memang salah gue juga sih, dari situ gue belajar juga kode etik nulis, yaitu gak nulis orang yang gue kritisi kelwat frontal sampe sebut merek. tapi sebagai pribadi, gue akui masih labil ini, ada sebagian besar jiwa gue yang ingin berteriak "tolong ya, coba anda yang ada di pihak saya!" tapi hal ini akan segera mengakibatkan gue mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat. ah sial.... -____-
ketika kita menulis, pasti ada maksud dibalik tulisan itu. dipungkiri atau tidak pasti ada saja hal yang melatarbelakangi tulisan yang kita buat. bahkan untuk sekedar bikin tweet atau status fb gue bisa ngedit kata-katanya sampe beberapa kali cuma untuk sebuah kata yang contohnya pagi ini:
"Haunted"
terhantui. diambil dari lagu evanescence. karena gue memang hari ini dalam posisi menggalau karena lagi-lagi harus menunggu seseorang yang menciptakan pahit-manis di dalam kehidupan gue. tadinya gue mau tulis "my imaginary", lagu evanescence juga. atau frontal "i'm still waiting". atau yang sarap banget frontalnya "eh, gue nungguin lo di perpus jam .. karena gue masih mengharapkan elu", nah yang ini ada juga, biasanya sepupu gue masih nulis frontal gini sampe ada yang komen gak enak di statusnya. aah... balada facebook.
tapi jujur gue masih bingung sama orang yang nulis cuma "hoaahhmm.. ngantuk."
apa yang anda maksudkan? ngantuk malah buka fb, bukannya tidur? apalagi kalo ditulis dengan gaya sok imut: "Hoahhhmmm,,,, ngantuuucchh niiiccchh,,,", atau gaya alay "Ho44mmm,,'',,'' n94ntuXX n13cHH!!"; dengan nulis gitu aja udah makan waktu juga kale, kenapa lo kaga tidur aja?
tapi ya gimanapun itu adalah kebebasan dia, walo cuma nyampah di timeline. :D
gue yakin, apalagi generasi muda sekarang, punya banyak ide dan pikiran untuk disampaikan, tapi masih suka segan untuk mengutarakannya. mungkin ide tentang nulis cerita, kayak temen gue Adrianus yang lagi blogging juga di sebelah gue (kenapasayamaulagi.wordpress.com). ekspresikan saja yang jadi ide lo, baik itu out of stream, selama itu menjadi gaya atau ciri dari lo.
tentang cerita, gue lagi bikin sebuah cerita di note fb yang ceritanya rada aneh. tapi belum gue terusin lagi. mungkin gue bakal posting suatu saat gue gak posting dari perpus.
fine guys. keep writing your free mind!
0 comment(s):
Poskan Komentar
silakan sms disini